Options:

Andai Semua Menteri seperti Dahlan Iskan (DI) !!

Dahlan Iskan (lahir tanggal 17 Agustus 1951 di Magetan, Jawa Timur), adalah CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos News Network, yang bermarkas di Surabaya. Ia juga adalah Direktur Utama PLN sejak 23 Desember 2009. Pada tanggal 19 Oktober 2011, berkaitan dengan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, Dahlan Iskan diangkat sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara menggantikan Mustafa Abubakar yang sedang sakit.

Dalam beberapa hari ini sangat santer pemberitaan terkait kegiatan, gaya hidup dan gebrakan yang dilakukan DI,  Mulai dari pembenahan di perusahaan2 plat merah, sampai gaya hidup yang jauh dari kebiasaan para pejabat-pejabat yang berkuasa di negeri ini.

DI tidak canggung menggunakan sepatu cats nya untuk rapat dengan bapak presisden, DI tak canggung turun ke masyarakat, melihat langsung pelayanan publik yang diberikan perusahan2 plat merah. Tanpa pengawalan, pak DI naik kreta api dan melihat langsung kondisi pelayanan disana.

Sikap  ini perlu di contoh oleh pejabat yang lainnya, DI tidak hanya memerintahkan perubahan, tapi beliau juga mengawasi langsung atas perintahnya tersebut.

Andai saja semua menteri seperti DI, mungkin pelayanan umum di negeri ini akan lebih baik dari konsisi saat ini, andai saja para pejabat merasakan parahnya kemacetan jalan di ibukota, mungkin mereka akan mencari solusi yang terbaik untuk kondisi tersebut.

Andai saja Rumah dinas Dirut2 PT KAI, dibagun di samping stasiun kereta, dan mereka diwajibkan naik kreta setiap berangkat kerja, mungkin dirut tersebut akan mengetahui cara yang terbaik untuk pembenahan fasilitas perkretaapian indonesia.

andai saja semua menteri seperti DI, mungkin indonesia akan berkembang dengan pesat, dan masyarakat akan hidup sejahtera.

Sukses selalu pak DI, semoga apa yang engkau lakukan dapat menjadi contoh untuk pejabat yang lain.

Salam,

Batara Sitorus

Asal Usul Danau Toba

Asal Usul Danau Toba versi Dongeng

Dongengnya kurang lebih sebagai berikut.

Seorang petani memenuhi kebutuhan hidupnya sehari dengan menangkap ikan dan berladang. Suatu hari ia pergi ke sungai untuk mencari ikan. Kemudian tak berapa lama ia mendapat ikan yang besar dan cantik. Saat diperhatikan lama, tiba-tiba ikan itu berbicara. Ia minta agar petani jangan memakannya. Sang ikan adalah putri yang dikutuk dan sang petani membuatnya terbebas dari kutukan. Sang ikan menjadi seorang putri dan memberi imbalan dengan menjadi istri sang petani. Ada perjanjian di antara mereka, sang petani tidak boleh menceritakan asal usul sang putri yang dari ikan tersebut. Setelah menikah, sang putri melahirkan seorang bayi laki-laki. Seiring berjalannya waktu, sang anak tumbuh besar namun selalu merasa lapar.

Suatu hari ia mendapat tugas mengirim makanan ke ayahnya yang ada di sawah. Walau begitu, di tengah jalan makanan tersebut dimakan oleh sang anak. Begitu ketahuan oleh sang ayah, sang ayah menjadi marah. Sang ayah menghardik: Dasar Anak Ikan! Sang ayah telah melanggar janjinya dengan menghardik demikian. Akibatnya sang anak dan istri lenyap tanpa jejak. Seiring lenyapnya mereka berdua, daerah pijakan kaki sang petani memancar air deras. Sedemikian deras dan akhirnya menjadi telaga, lalu menjadi danau. Dan danau inilah Danau Toba.

Demikianlah dongeng asal usul Danau Toba.

Peta Perjalanan Manusia ke Asia lewat Pedalaman

Asal Usul Danau Toba Sesungguhnya

Danau toba sesungguhnya berasal dari sebuah letusan gunung berapi raksasa (supervolcano) yang terjadi 73 ribu tahun lalu. Letusan Toba ini adalah yang ketiga, dua letusan sebelumnya sudah pernah terjadi dalam jangka waktu 1 juta tahun. Letusan Toba yang menciptakan danau Toba sekarang diperkirakan memiliki indeks Ledakan Vulkanis 8 (Mega Kolosal) sedemikian hingga membentuk kompleks kawah berukuran 3 ribu km persegi. Volume erupsi diperkirakan antara 2 ribu hingga 3 ribu km kubik magma dan 800 km kubiknya terendapkan sebagai abu vulkanis. Ukuran ledakannya adalah dua kali letusan gunung Tambora tahun 1815. Letusan gunung Tambora saat itu saja sudah cukup menghasilkan “Tahun Tanpa Musim Panas” di belahan bumi utara.

Menurut Alan Robock, letusan Toba tidak memicu zaman es. Penelitiannya yang menganalisa emisi 6 miliar ton sulfur dioksida dalam simulasinya menunjukkan pendinginan global maksimum sekitar 15 °C, tiga tahun setelah letusan. Ini berarti garis pepohonan dan salju sekitar 3000 meter lebih rendah dari sekarang. Dalam beberapa dekade, iklim kembali pulih.

Walau ada banyak perbedaan pendapat dan metode, para ilmuan setuju kalau letusan super Toba mengakibatkan lapisan hujan abu yang sangat tebal dan masuknya gas-gas beracun ke atmofer, sehingga mempengaruhi iklim dunia masa itu. Beberapa menduga peristiwa ini memicu zaman es 1000 tahun yang terjadi kemudian.

Menceritakan Asal Usul Danau Toba sesungguhnya pada Anak-anak

Sains sekarang telah cukup maju untuk mengetahui asal usul danau Toba yang sesungguhnya. Dan cerita asal usul ini ternyata jauh lebih mengagumkan, jauh lebih mengesankan dari sekedar dongeng. Kenapa mengajarkan dongeng sementara sains telah memberikan penjelasan yang lebih spektakuler lagi mengenai asal usul Danau Toba? Tampaknya sebagian besar dari kita masih belum tahu tentang asal usul Danau Toba. Dan kalaupun tahu, masih tidak tahu cara mengkomunikasikan fakta ilmiah ini pada anak-anak. Berikut kami tawarkan sebuah cerita anak yang lebih spektakuler, berdasarkan fakta sesungguhnya, mengenai asal usul danau Toba.

Di Zaman Dahulu kala, Ada seorang pemburu yang tinggal di sebuah padang rumput. Ia adalah leluhur kita. Pekerjaannya sehari-hari adalah memburu hewan paginya, kembali ke tempat berkumpul bersama keluarganya di waktu petang.

Matahari baru terbenam kala itu. Sang pemburu asyik bermain dengan istri dan anak-anaknya. Anggota kelompok lain sedang menyalakan api. Tiba-tiba mereka dikejutkan oleh suara gemuruh dari langit.

Peta Fraktura Sisa Letusan di Danau Toba

Di waktu tengah malam, ada sesuatu yang muncul dari langit. Terjadi hujan yang aneh. Hujan abu. Sang pemburu dan kelompoknya harus segera meninggalkan tempat tersebut dan mencari tempat baru. Abu terus mengguyur. Pemburu dan keluarganya berusaha ke barat, menjauh dari asal abu. Setelah setahun mereka berjalan ke barat, mereka bertemu dengan hutan rimba dan pegunungan sangat tinggi. Daerah ini ganas. Walaupun banyak hewan buruan, tapi lebih sering para pemburu lah yang dimakan oleh hewan. Kepala suku memutuskan agar kelompok pergi ke utara dan menghindari hutan lebat di barat.

Maka berangkatlah para pemburu yang tersisa ke arah utara. Di utara mereka menemukan banyak sumber makanan, walaupun cuaca saat itu sangat dingin. Hewan hewan yang tidak mampu bertahan di cuaca dingin mudah diburu dan karenanya dapat menjamin kelangsungan kelompok.

Pada akhirnya para leluhur sampai di sebuah selat. Di seberang selat ada daratan. Walaupun sama saja dengan di sini, tapi mungkin ada hal baru di sana. Hewan-hewan di sini semakin langka dan iklim semakin kering. Maka para leluhur membuat sampan untuk menyeberangi selat.

Di seberang selat adalah daerah yang ternyata tidak lebih baik dari daerah asal para leluhur. Disini kering, pasir dan abu dimana-mana. Para leluhur harus berjalan terus di tepi pantai agar tidak terjebak di tengah gurun. Mereka terus berjalan dan berjalan.

Pada akhirnya mereka tiba di sebuah dunia yang aneh. Dunia abu-abu, segalanya penuh tertutup abu. Tampaknya lebih baik disini daripada di dunia pasir. Lewat musyawarah, akhirnya leluhur memutuskan untuk masuk ke dunia abu.

Di dunia abu ini, mereka bertemu dengan penduduk asli. Mereka sama dengan leluhur. Ternyata mereka adalah kelompok lain yang telah lebih dulu sampai di sini. Mereka bercengkerama dan berbagi cerita. Mereka juga berbagi trik dan cara bertahan hidup. Setiap anggota kelompok tahu cara membuat api karena disini malam dan siang hampir sama gelapnya. Dan tanpa api mereka dapat tersesat di hutan.

Seiring berjalannya waktu, debu tidak lagi turun. Matahari mulai jelas terlihat. Para leluhur memutuskan untuk tidak tinggal di dunia abu-abu yang sekarang mulai hijau. Mereka berencana mencari tempat baru di timur. Mereka kembali bertualang. Jumlah leluhur sudah sangat banyak, hanya beberapa orang saja yang meneruskan perjalanan. Mereka adalah para pemberani yang gemar bertualang. Mereka menembus hutan belantara dan mendaki gunung yang tinggi. Mereka bertemu banyak sekali hal-hal menakjubkan. Dari permata hingga hewan unik. Semua halangan berhasil dilalui, hingga sang leluhur akhirnya tiba di sebuah selat.

Para leluhur memutuskan untuk menyeberang selat itu dan tiba di tanah Sumatera. Mereka berjalan terus ke pedalaman dan akhirnya tiba di sebuah Danau. Danau Toba yang besar dan berasap. Mereka memandang pada keluasan danau yang luar biasa. Membentang dengan indahnya. Leluhur yang paling pintar melihat adanya semburan abu kecil di pinggiran danau. Ia tersadar kalau inilah sumber gemuruh raksasa yang pernah leluhur mereka dengar dahulu. Inilah penyebab kenapa leluhur mulai mengungsi di masa lalu. Inilah penyebab keberadaan kita disini. Ini Danau Toba.

Para leluhur merasa telah tiba pada tujuannya. Merekapun tinggal di sekitar Danau Toba. Waktu berlalu dan leluhur terus beranak pinak. Merekalah leluhur suku Batak. Suku Batak lahir di sini, tak berapa lama setelah lahirnya Danau Toba. Bisa dikatakan kalau Batak dan Toba adalah saudara. Danau Toba lahir dan mengundang leluhur untuk menemaninya. Ya, gemuruh itu adalah tanda kelahiran Danau Toba. Ia berasal dari Letusan Gunung Api raksasa yang melontarkan abu-abunya ke angkasa. Itulah asal usul Danau Toba.

Perbandingan letusan toba dengan letusan supervolcano lainnya

Apa sebenarnya yang Kita Ajarkan?

Banyak yang kita ajarkan lewat dongeng di atas ketimbang sekedar masalah hidup sederhana, kutukan, keajaiban, keserakahan dan kesetiaan. Kita bicara tentang bagaimana danau Toba mengubah sejarah evolusi manusia. Itu sebuah keterkaitan besar antara danau Toba dengan seluruh umat manusia.

Kisah di atas adalah ringkasan singkat mengenai migrasi manusia selama puluhan ribu tahun yang dipicu oleh letusan Toba. Peristiwa letusan Toba adalah bencana kiamat bagi leluhur umat manusia kala itu. Dari simulasi komputer, diperkirakan suhu global turun sekitar 10 derajat Celsius setelah letusan. Akibatnya dalam sepuluh tahun terjadi musim dingin vulkanis di Bumi.

Letusan Toba memberi begitu banyak abu di atmosfer. Sinar matahari tertutup dan uap air terserap ke dalamnya. Dengan kata lain, musim dingin yang terjadi bersifat kering. Pepohonan berkurang drastis, begitu juga padang rumput dan membuat punah banyak mamalia dan hampir menamatkan riwayat evolusi manusia.

Seorang Pria Homo sapiens purba

Dunia menjadi gelap, dingin dan kering selama hampir dua puluh tahun. Sulit bagi manusia untuk bertahan hidup. Prinsip evolusi mengatakan beradaptasilah atau kau punah.

Wilayah yang ditutupi abu vulkanis mencakup Sumatera, Jawa Barat, Kalimantan belahan barat, Asia Tenggara dan Asia Selatan. Daerah ini daerah tropis sehingga sulit ditemukan adanya kerangka manusia purba yang memberi petunjuk tentang kehidupan leluhur kita saat itu. Lingkungan tropis yang lembab membuat tulang cepat hancur sebelum menjadi fosil.

Walau begitu, di daerah perbatasan seperti Afrika selatan dan timur, bukti-bukti arkeologis menunjukkan adanya perubahan teknologi yang besar di masa itu. Sebuah petunjuk adanya proses adaptasi yang dilakukan oleh leluhur kita agar dapat bertahan hidup. Jika manusia purba di Afrika yang tidak tertutup abu beradaptasi, apalagi yang ada di daerah tertutup debu seperti India di Asia Selatan.

Seberapa besar adaptasi yang dilakukan leluhur kita saat itu tergantung pada jenis manusia apa yang ada di Afrika atau India. Manusia modern, leluhur sesungguhnya kita, belum lagi tinggal di Asia masa itu. Mereka datang dari Afrika ke Asia 60 ribu tahun lalu, sementara letusan Toba terjadi 73 ribu tahun lalu.

Manusia purba yang tinggal di Asia saat letusan gunung Toba adalah Homo erectus. Mereka sudah tinggal di sana paling tidak sejuta tahun, seperti bukti dari fosil-fosil Sangiran dan lainnya di Jawa.

Walau begitu, manusia modern tampaknya sudah ada di Israel pada 130 ribu tahun lalu dan kemudian di Arab pada 85 ribu tahun lalu, berdasarkan fosil dari Jebel Faya. Leluhur kita melewati dua jalur masuk, dari daratan di ujung utara Laut Merah dan di ujung selatan Laut Merah. Kedua daerah ini lebih dekat lagi ke parameter abu letusan Gunung Toba yang berbatasan darat di Pakistan. Sayangnya belum ada cukup bukti yang menunjukkan kalau manusia modern di daerah ini mengevolusikan teknologi untuk beradaptasi seperti leluhur kita di Afrika Timur dan Selatan.

Bila manusia modern bahkan telah ada di dalam perimeter letusan danau Toba di masa ini, seperti India misalnya, maka teknologi akan lebih berkembang lagi. Atau mungkin mereka punah dan digantikan oleh leluhur kita yang juga leluhur mereka, yang datang dalam gelombang kedua setelah letusan. Populasi manusia modern yang masih tersisa setelah bencana Toba dapat berbaur dengan pendatang baru mereka dan mengadopsi teknologi mereka. Atau mungkin leluhur dari gelombang kedua (H. sapiens) menghancurkan penduduk asli (H. sapiens) dan kemudian juga menghancurkan Homo erectus yang lebih asli lagi, seperti mereka yang tinggal di Jawa. Dan memulai kekuasaan besar manusia di Asia Selatan dan Tenggara, termasuk di Indonesia.

Masih banyak PR yang bisa dikerjakan para ilmuan mengenai jalur migrasi manusia modern sebelum dan sesudah bencana Toba. Apapun itu, bencana Toba jelas memberikan arti yang besar bagi sejarah evolusi kita. Bisa jadi ia lah penyebab keberadaan kita sekarang di Indonesia. Karenanya, fakta ilmiah asal usul danau Toba jauh lebih berharga daripada dongeng asal usul danau Toba.

Danau Toba Sekarang

Referensi Dongeng

Ghulam Pramudiana. Cerita Rakyat “Asal Usul Danau Toba”,

Referensi Ilmiah

1. Alan Robock, Caspar M. Ammann, Luke Oma, Drew Shindell, Samuel Levis, Georgiy Stenchikov Did the Toba volcanic eruption of ?74 ka B.P. produce widespread glaciation? Journal of geophysical research – Athmospheres, vol 114, pD10107

2. Williams, M.A.J.; Ambrose, S.H.; van der Kaars, S.; Ruehlemann, C.; Chattopadhyaya, U.; Pal, J.; Chauhan, P.R. Environmental impact of the 73ka Toba super-eruption in South Asia. Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology, Volume 284, Issue 3-4, December 2009, Pages 295-314

3. Bradshaw Foundation. Journey of Mankind by The Bradshaw Foundation – includes discussion on Toba eruption, DNA and human migrations

4. Robock, A.; Ammann, C.M.; Oman, L.; Shindell, D.; Levis, S.; Stenchikov, G. (2009). “Did the Toba Volcanic Eruption of ~74k BP Produce Widespread Glaciation?”. Journal of Geophysical Research114: D10107.

5. Kate Ravilious. 2010. Exodus on the Exploding Earth. New Scientist, 17 April 2010, pp.28 – 33

6. Self, Stephen; Blake, Stephen (February 2008). “Consequences of Explosive Supereruptions”. Elements 4 (1): 41–46.

7. Ninkovich, D.; N.J. Shackleton, A.A. Abdel-Monem, J.D. Obradovich, G. Izett (7 December 1978). “K?Ar age of the late Pleistocene eruption of Toba, north Sumatra”. Nature 276 (276): 574–577.

8. Adiabatic Lapse Rate, IUPAC Goldbook

9. Gibbons, Ann (19 January 2010). “Human Ancestors Were an Endangered Species”. ScienceNow.

10. Rampino, Michael R.; Self, Stephen (1993). “Climate–Volcanism Feedback and the Toba Eruption of ~74,000 Years ago”. Quaternary Research 40: 269–280.

11. Rose, W.I.; Chesner, C.A. (October 1987). “Dispersal of Ash in the Great Toba Eruption, 75 ka”. Geology 15 (10): 913–917.

12. Zielinski, A.; Mayewski, P. A.; Meeker, L. D.; Whitlow, S.; Twickler, M. S.; Taylor, K. (1996). “Potential Atmospheric impact of the Toba mega-eruption ~71’000 years ago”. Geophysical Research Letters (American Geophysical Union) 23 (8): 837–840.

13. IndonesianMusic.com. “Batak People”.

Sumber :   -->

Alhamdulillah, planning masih on the track

Alhamdulillah, di awal desember ini, aku merasa bahwa Allah telah banyak memberikan kemudahan bagiku dalam menggapai cita dan rencana yang telah ku rencanakan sejak beberapa tahun yang lalu.

Alhamdulillah, S2 ku dapat kuselesaiakan, walau harus molor menjadi 5 semester. Thank You ALLAH, semua ini berkat Kuasamu. Usaha tinggal lah usaha tanpa ridho mu. THanks Allah.

Selain itu, di desember ini aku juga banyak menyelesaikan masalah yang selama ini membebaniku.

Alhamdulillah-alhamdulillah….

Semua hal baik yang kita rencanakan, insyaalah akan selesai dan tercapai dengan baik pula, jika pun terlambat menggapainya, itu hanya penundaan untuk sementara saja,.

Chayo, tetap semangat, mulai hidup yang baru, buat palnning baru untuk beberapa tahun kedepan. Kan kujadikan Pengalaman hidup untuk menjadi pelajaran berharga dalam menggapai kesuksesanku di masa yang akan datang..

Thank Yau ALLAH

Hambamu,

Apa itu cloud computing?

Cloud Computing, sudah ada yang pernah dengar? Kalau anda belum pernah mendengarnya, wajar saja karena cloud computing ini merupakan sesuatu hal yang baru dan sekarang sedang hot-hotnya dibahas oleh banyak orang.

Kebetulan sore ini aku di undang teman-teman untuk berbuka puasa, dan ternyata juga mereka sedang membahas perkembangan bisnis dan IT sebagai pendukungnya. Serta dalam pembahasan tersebut, terdapat pembahasan tentang pemanfaatan Cloud Computing. Untuk itu, tanya sama Paman GOOGLE deh info tentang Cloud Computing.

Apa itu cloud computing?

Jika diartikan cloud computing adalah komputer awan. Seperti yang ada di Wikipedia bahwa cloud computing itu adalah gabungan dari pemanfaatan teknologi (komputasi) dan pengembangan berbasis internet (awan). Cloud computing merupakan sebuah metode komputasi dimana kemampuan TI disediakan sebagai layanan berbasis internet.

Biar lebih paham lagi tentang cloud computing itu sendiri, saya kasih gambaran sederhananya. Kita bisa bayangkan cloud computing itu seperti sebuah jaringan listrik. Jika kita butuh listrik, kita tidak harus punya pembangkit listrik. Kita hanya perlu menghubungi penyedia layanan listrik, yaitu PLN untuk menyambungkan rumah kita dengan jaringan listrik dan kita tinggal menikmatinya saja. Dan pembayaran kita lakukan sesuai dengan besaran pemakaiannya.

Kalau listrik aja bisa begitu, kenapa layanan komputasi tidak bisa? Contohnya, jika sebuah perusahaan membutuhkan aplikasi CRM (Costumer Relationship Management). Kenapa perusahaan itu harus membeli aplikasi itu, membeli hardware buat server dan harus menyewa tenaga ahli TI khusus untuk menjaga server dan aplikasi itu?

Nah, disinilah cloud computing itu berperan. Dalam contoh di atas, perusahaan Microsoft telah menyediakan aplikasi CRM yang dapat langsung digunakan oleh perusahaan yang membutuhkan tadi. Perusahaan yang membutuhkan itu tinggal menghubungi perusahaan Microsoft untuk menyambungkan perusahaannya (dalam hal ini melalui internet) dengan aplikasi CRM & tinggal memakainya. Dan pembayaran dilakukan per bulan, per triwulan, per semester, per tahun atau sesuai kontrak yang dibuat. Jadi, perusahaan yang membutuhkan aplikasi CRM tadi, tidak perlu melakukan investasi awal untuk pembelian hardware server dan tenaga ahli TI. Itulah salah satu manfaat dari cloud computing yang dapat menghemat anggaran suatu perusahaan.

Untuk ilustrasinya, cloud computing digambarkan seperti ini:

http://dl.dropbox.com/u/8047198/ilhamsk.com/Cloud%20Computing.png

Perhatikan titik-titik komputer/server sebagai gabungan dari sumber daya yang akan dimanfaatkan. Lingkaran-lingkaran sebagai media aplikasi yang menjembatani sumber daya dan cloud-nya adalah internet. Semuanya tergabung menjadi satu kesatuan dan inilah yag dinamakan cloud computing.

Cloud computing mempunyai 3 tingkatan layanan yang diberikan kepada pengguna, yaitu:

  1. Infrastructure as service, hal ini meliputi Grid untuk virtualized server, storage & network. Contohnya seperti Amazon Elastic Compute Cloud dan Simple Storage Service.
  2. Platform as a service, hal ini memfokuskan pada aplikasi dimana dalam hal ini seorang developer tidak perlu memikirkan hardware dan tetap fokus pada pembuatan aplikasi tanpa harus mengkhawatirkan sistem operasi, infrastructure scaling, load balancing dan lain-lain. Contohnya yang sudah mengimplementasikan ini adalah Force.com dan Microsoft Azure investment.
  3. Software as a service: Hal ini memfokuskan pada aplikasi dengan Web-based interface yang diakses melalui Web Service dan Web 2.0. Contohnya adalah Google Apps, SalesForce.com dan aplikasi jejaring sosial seperti FaceBook.

Para investor sedang mencoba untuk mengeksplorasi adopsi teknologi cloud computing untuk dijadikan bisnis seperti Google dan Amazon yang sudah punya penawaran khusus pada teknologi cloud. Dan juga Microsoft dan IBM tidak mau kalah dalam hal ini, mereka juga sudah menginvestasikan jutaan dolar untuk hal ini.

Bisa dipastikan ke depannya cloud computing ini akan menjadi sebuah trend, standar teknologi akan menjadi lebih sederhana karena ketersediaan dari layanan cloud.

Kelebihan Cloud Computing

  1. Menghemat biaya investasi awal untuk pembelian sumber daya.
  2. Bisa menghemat waktu sehingga perusahaan bisa langsung fokus ke profit dan berkembang dengan cepat.
  3. Membuat operasional dan manajemen lebih mudah karena sistem pribadi/perusahaan yang tersambung dalam satu cloud dapat dimonitor dan diatur dengan mudah.
  4. Menjadikan kolaborasi yang terpercaya dan lebih ramping.
  5. Mengehemat biaya operasional pada saat realibilitas ingin ditingkatkan dan kritikal sistem informasi yang dibangun.

Kekurangan Cloud Computing

Komputer akan menjadi lambat atau tidak bisa dipakai sama sekali jika internet bermasalah atau kelebihan beban. Dan juga perusahaan yang menyewa layanan dari cloud computing tidak punya akses langsung ke sumber daya. Jadi, semua tergantung dari kondisi vendor/penyedia layanan cloud computing. Jika server vendor rusak atau punya layanan backup yang buruk, maka perusahaan akan mengalami kerugian besar.

Referensi:

http://www.ilhamsk.com/apa-itu-cloud-com…

http://id.wikipedia.org/wiki/Komputasi_a…

-->

Masihkah kita dapat memaknai Arti Kemerdekaan ?

Teringan akan datangnya tanggal 17 Agustus, dimana seperti biasa dilakukan Upacara Bendera, berkumandangnya lagu Indonesia Raya, detik-detik Proklamasi, gelora salam Merdeka, derap langkah nasionalisme, renungan jasa para pahlawan, tabur bunga di makam pahlawan, berkobarnya semangat persatuan, panjat pinang, lomba makan kerupuk, dangdutan, perlombaan olah raga, serta berbagai kegiatan mengisi hari kemerdekaan.

Besok Kembali akan kita rayakan Hari Kemerdekaan RI, dan kembali semua kegiatan-kegiatan formal untuk merayakannya akan dilaksanakan. Akan tetapi ada yang mengganjal dihati saya, yaitu tentang makna kemerdekaan, masihkan kita berpikir tentang hari kemerdekaan, berpikir tentang nasionalisme  seta berpikir tentang hal-hal yang membuat kita makin cinta terhadap negeri ini?

Dari pengamatan yang ada, sepertinya rakyat semakin lupa tentang makna kemerdekaan, Nasionalime semakin memudar. Dan kembali saya bertanya, knapa hal ini bisa terjadi ?

Kini, rakyat lebih sibuk memikirkan bagaimana mencari nafkah agar mereka dapat makan 3 kali sehari, bahkan dari 200 juta lebih penduduk indonesia, masih puluhan juta yang berada di bawah garis kemiskinan . Bahkan sepertinya mereka itu sudah tidak sempat memikirkan siapa pemimpin bangsa ini, siapa mentri-mentri.

Kekayaan alam negeri ini kini banyak di kuasai dan di keruk oleh pihak asing. Wakil2 rakyat yang kini hanya memikirkan kepentingan golongannya. Undang-undang dasar yang banyak di abaikan, hak2 rakyat yang terlupakan, kemiskinan , korupsi meraja lela. Itulah kondisi yang dialami oleh negeriku saat ini.

Jadi, apa yang dapat kita lakukan dalam mengisi kemerdekaan ? serta apa makna kemerdekaan dalam kondisi bangsa seperti saat ini.

Semua pasti Punya jawaban yang berbeda2 dan itu sah-sah saja..

Salam…

Dirgahayu RI. Majulah bangsaku, perangi semua rintangan yang ada.